Video Kekerasan di Papua Oleh TNI (Download)

Filed Under (KRIMINAL) by achmadreza on 19-10-2010

Kekerasan Militer Terhadap Orang Papua tak berdosa.

Awalnya saya tidak yakin dari pemberitaan di media massa tentang adanya penganiayaan kejam. Tetapi kita melihat langsung aksi kekerasan itu, dan melihat pakaian yang dikenakan aparat, saya yakin dan benar-benar yakin beberapa oknum TNI yang melakukannya.

Masyarakat sudah mengaku mereka bukan separatis OPM, tetapi anggota oknum TNI yang mengaku tugas Negara menganiaya mereka. Sungguh tidak dapat dibayangkan, jika keluarganya melihatnya.

Kepala dipukul helm, ditendang dengan sepatu both, sunggu perbuatan kejam. Jika memang mereka anggota separatis OPM Seharusnya ada pengarahan, jika perbuatan mereka sudah melanggar hukum. Bukan diinjak, dihajar begitu kejamnya.

Inilah Indonesia, warga sendiri dihajar begitu. Apakah sudah tidak ada jalan keluar, sehingga masyarakat menjadi dianiaya. Walau pun mereka bersalah, apakah tidak bisa dididik dnegan baik.

(by Achmad Reza)

Gula Rafinasi Bukan Untuk Konsumsi Rumah Tangga

Filed Under (Ekonomi) by achmadreza on 21-06-2010

dari internet

dari internet

SEMUTHITAM – Maraknya beredar gula rafinasi dalam bentuk kiloan sejak bulan Juni 2010, di pasaran. Pemerintah mendesak Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (Agri) untuk menarik gula rafinasi dari pasaran. Karena gula rafinasi hanya untuk industri, bukan kebutuhan rumah tangga.

Kelangkaan gula rafinasi selama ini, menjadi momok semua industri, termasuk industri kecil dan industri rumah tangga. Dan tidak untuk konsumsi keluarga atau rumah tangga. Sehingga para industri mendesak pemerintah agar menarik gula rafinasi dari pasaran. Karena dengan beredarnya di pasaran, otomatis stok gula rafinasi juga mengalami kelangkaan. Penyebabnya mengganggu produksi industri yang ada, dan menurunkan omset perusahaan.

Dengan adanya desakan itu, pemerintah juga merespon dan berjanji kepada pengusaha. Secepatnya menarik gula rafinasi dari pasaran. Karena saat ini produksi seluruh industri mengalami penurunan.

Beberapa hari lalu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementrian Perdagangan (Kemendag), Subagyo, kepada media massa mengatakan, seharusnya gula rafinasi untuk industri dan bukan kosumsi keluarga. Dan dengan adanya desakan itu, pihaknya secepatnya bertindak, sebelum kelangkaan gula rafinasi benar-benar terbukti. Pihaknya mengaku, sudah melakukan pembahasan mengenai penarikan gula rafinasi, pada 10 Juni 2010 lalu.

Subagyo menambahkan, penarikan gula rafinasi sudah dilakukan, namun belum seluruhnya. Dan sesuai ketentuan Permendag nomor 111 tahun 2009, proses penjualannya atau penyalurannya, hanya melalui distributor yang ditunjuk oleh industri, produsen. Dan akan menarik gula rafinasi dari toko, jika yang bersangkutan menjual secara kiloan untuk umum. Namun jika dijual kepada industri kecil atau rumah tangga, tidak ada masalah. Karena sudah disepakati sebelumnya.

Untuk menarik semua gula rafinasi. Subagyo menyatakan, pihaknya juga sudah meminta kepada seluruh dinas yang ada di daerah, untuk melakukan pengawasan di daerahnya masing-masing. Dan akan menugaskan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang ada di Kemendag bersama PPNS di dinas-dinas untuk lebih meningkatkan pengawasan gula rafinasi di pasaran.***(achmadreza)

Amin, Nyawa Tunggal PAN

Filed Under (Blogdetik Menapak Jejak Amien Rais) by achmadreza on 14-06-2010

Tagged Under :

67664_amien_rais_jadi_juru_kampanye_pan_300_225Masih ingat saat itu. Saat ia menyuarakan suara hati rakyat dalam kampanyenya di setiap daerah. Dan tuntutan pokok utamanya, meminta negara menyita harta keluarga cendana untuk di kembalikan ke rakyat. Sungguh berani dan nekad..

Bapak reformasi, itu julukan yang diberikan mahasiswa kepada sosok Amin Rais. Seorang mantan ulama dan guru besar Fisipol mempunyai bahasa yang santun, bijak dan vokal dalam menyuarakan hati rakyat. Membuat ia di percaya untuk membentuk partai politik.

Partai Amanat Nasional (PAN), salahsatu partai besar di Indonesia. Merupakan rintisan partai dalam menyuarakan hati nurani rakyat. Apalagi saat PAN di bawah kepemimpinan sosok seperti Amin Rais, yang selalu berbicara apa adanya. Sesuai fakta, dan apa yang dirasakan oleh rakyat saat itu.

Tapi sejak mundurnya Amin Rais dari politik, PAN yang dibentuknya mulai ditinggalkan. Ternyata rakyat bukan menilai dari nama dan lambang partai tersebut. Rakyat mengaku, sosok Amin lah yang menghidupkan PAN. Sehingga ketika ia mengundurkan diri dari Ketua Umum, PAN mulai ditinggalkan oleh kadernya. Dan tanpa Amin Rais, PAN bukanlah apa-apa saat ini. Karena nyawa PAN adalah ‘AMIN RAIS’.***(Achmad Reza)

Guruku Sadis!!.. Pipiku Ditampar, Kepalaku Dipukul, dan Dadaku Ditinju

Filed Under (KRIMINAL) by achmadreza on 04-06-2010

Aku Memang Anak Sedikit Nakal

Namaku Fitriwiyanto, dan biasa dipanggil Fitri. Usiaku 15 tahun, tetapi aku masih duduk di kelas V SDN 012 Desa Pasir Baru Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau. Aku memang tergolong anak yang nakal, sehingga aku tidak naik kelas selama 3 tahun. Namun pantaskah aku mendapat tamparan di pipiku, pukulan di bagian kepala kiriku, dan sebuah tinjuan keras di dada oleh seorang guru Arab Melayu (Armel), Pak Ahmad, yang sekaligus Kepala Sekolah (Kepsek) di SDN 012 Pasir Baru Rambah, Rohul – Riau.


fitriwiyanto (15)

Pak Ahmad, sungguh kami hormati. Tetapi tidak tahu, karena bajuku kotor setelah bermain bola saat jam istirahat dengan teman-temanku, Selasa 25 Mei 2010 lalu sekitar pukul 12.30, Pak Ahmad menyuruhku ke depan kelas. “Kenapa bajumu kotor seperti itu?,” tanya Pak Ahmad, kepadaku sambil tangannya mencubit pinggangku. Namun aku yang masih lugu menjawab jujur, “Kena bola pak,” jawabku dengan singkat, karena memang benar aku bermain bola pada jam istirahat dilapangan berlapiskan tanah liat. Sehingga baju sekolah putih-merahku kotor dengan warna kuning dari tanah liat.

Selanjutnya aku disuruh menulis arab di papan tulis (white board). Tetapi karena salah, aku menghapus tulisan itu, dan bermaksud menggantinya. Tetapi naas, saat itu Pak Ahmad marah besar kepadaku. “Kenapa kau hapus tulisanmu?,” tanya Pak Ahmad, dengan emosi. Belum sempat aku menjawab, pipiku ditampar keras beberapa kali oleh beliau. Namun aku yang tidak terima, membanting kapur ke lantai. Saat itulah, Pak Ahmad semakin emosi dan kembali telapak tangannya memukul kepala kiriku dengan keras. Sehingga kepalaku pusing, dunia terasa gelap saat itu. Belum sempat aku mengelak lagi, beliau memberikan tinju tangannya ke dadaku dengan keras, terasa sesak dadaku. Namun aku hanya seorang murid, dan tetap tidak bisa melawannya. Apalagi ia orang yang kami hormati disekolah. Namun aku tidak mengerti, darimana Pak Ahmad, belajar dan dapat ilmu soal tinju selama ini. Karena aku benar-benar seperti petinju yang KO, tanpa bisa membalas.

Orang Tuaku Buta dan Takut Hukum

Selesai dianiaya, aku diusir dari kelas. Dan dengan terpaksa, kepala yang masih pusing, dan panasnya matahari siang saat itu. Aku kembali kerumahku, tak jauh dari sekolah. Sesampainya dirumah, selesai membuka semua pakaianku. Aku tiduran dikamar, namun kepalaku semakin menjadi, dan aku muntah. Ibuku Kasirah (30 tahun), memberiku obat pusing, dan bertanya kepadaku. “Kamu makan apa tadi di sekolah. Kok pulang langsung muntah,” tanya ibuku, sambil memberikan obat pusing. Selanjutnya aku ceritakan semuanya, apa yang sudah terjadi disekolah. Dan selanjutnya aku disuruh tidur siang oleh ibuku. Sementara ayahku yang pulang sore hari dari ladang, baru tahu dari ibuku malam harinya. “Biarlah bu. Mungkin anak kita nakal disekolah. Kita juga tidak tahu soal hukum,” itulah jawaban dari ayahku, yang hanya seorang petani.

Namun aku sangat menyesal kepada guruku Pak Ahmad. Mengapa aku yang harus menjadi korban? Mengapa aku yang menjadi pelampiasan latihan tinjunya? Dan mengapa teman-teman kelasku hanya diam saat aku dijadikan sasaran emosi Pak Ahmad?..

Sungguh aku tidak mengerti, apakah orang kecil seperti kami harus dijadikan sasaran oleh para pelaku elite seperti beliau? Apalagi sebelumnya, kedua temanku di Madrasah Diniyahaliyah (MDa), juga diusir oleh Pak Ahmad, yang juga sebagai guru agama pada sore hari. Karena tidak membayar uang ujian sebesar Rp 25 ribu. Kedua temanku disuruh menunggu hingga tahun depan lulus dan ikut ujian MDa. Inilah nasib anak desa yang jauh dari perkotaan. Apa yang terjadi di lingkungan kami, tidak diketahui oleh masyarakat luas.

Semoga dengan kejadian ini, menjadi pelajaran untuk semua guru yang ada di dunia ini. Sehingga mereka tidak lagi menganiaya teman-temanku sesama pelajar. Karena kami sekolah untuk pintar, bukan belajar kekerasan, seperti kehidupan dijalanan yang penuh resiko. Jika kami mau jadi preman, untuk apa kami datang ke sekolah setiap harinya? Berilah kami pendidikan yang sifafnya edukatif. Sehingga kami bisa menambah pengetahuan dan wawasan. Masih banyak contoh hukuman yang mendidik. Itulah yang kami harapkan kepada semua guru Indonesia.. GURU Adalah Seorang PAHLAWAN tanpa TANDA JASA..***(Achmad Reza – Riau)

Susno, Ketika Pahlawan Dituduh Jadi Penjahat

Filed Under (Politik) by achmadreza on 11-05-2010

Tagged Under : , , , , ,

Susno, Ketika Pahlawan Dituduh Jadi Penjahat

Seperti ujar beberapa motivator sukses, menjadi pengusaha itu sulit. Apalagi mencapai sebuah kesuksesan besar. Kita harus berani mengambil tindakan, dan jangan takut rugi.

Pendapat motivator diatas, sama halnya menjadi seorang pahlawan. Kita harus berjuang melawan ketidakadilan, berani bertindak, dan menanggung resiko dari perbuatan kita. Itu merupakan feedback untuk menjadi pahlawan. Seperti yang dilakukan oleh pak Susno Duadji. Maksud hati mau membuka kebusukan moral para pejabat. Ia malah dituduh dan dicaci seperti “Pahlawan Kesiangan” oleh orang-orang yang memang pro untuk memperkaya diri sendiri (korupsi).

Sebenarnya kenapa dan mengapa, beberapa oknum menjegal sang pahlawan?.. Dibalik itu ada sebuah cerita yang jika terus kita simak, akan saling berkaitan. Sehingga menjegal dan menjagal merupakan hal biasa di Nusantara ini. Negara kaya, dan memperkaya beberapa oknum pejabat dan penjahat teras. (terserah opini rekan-rekan sendiri, siapa dalangnya)..

Zaman Orde Baru (Orba), yang biasa disebut oleh antek-antek Soeharto sebagai zaman pembangunan. Padahal menurutku, saat itu merupakan zaman pembodohan massal rakyat. Betapa tidak, kita tidak diperbolehkan berpendapat. Kita harus menerima apa yang dikatakan almarhum mbah (Soeharto). Berani bicara, kita diculik dan tidak tahu lagi dimana rimbanya. Tetapi syukurlah, kezaliman itu akhirnya jatuh. Walau masih menyisakan kebencian sebagian rakyat kepada anak-cucu beliau. Tetapi kezaliman tidak akan pernah diekspos. Itulah hukum Indonesia, yang masih berkiblat pada penjajah. Sama halnya menjajah rakyat kecil yang bodoh dan buta akan hukum.

Kembali ke Susno, pahlawan dan seorang inspirator. Sejak kemunculannya, sejak ia bersuara tentang tikus-tikus Makelar Kasus (Markus), dan Dirjen Pajak. Sejak itulah ia menjadi seorang pahlawan untuk rakyat kecil sepertiku. Tetapi ke eksisan seorang pahlawan tidaklah lama. Seperti ketenaran seorang seniman (artis) yang bisa mencapai puluhan tahun.

Susno, sebuah kejujuran yang mengalir. Sebuah gerak refleks hati karena semakin maraknya pencuri yang mencuri di Negeri sendiri. Sebuah drama yang memang fulgar, tetapi sengaja ditutupi. Terang-terangan it’s OK, asal pembagiannya rata. Pernahkah kita berpikir, apa latar belakang para penjegal-penjegalnya. Dan siapa dalang dibalik semua ini? Jawaban itu ada pada diri kita masing-masing.

Dendam, itulah pembalasan para pengecut yang dilakukan dari belakang. Namun dalang (bukan dalang OVJ :)) sebenarnya, ada diantara mereka. Ia bergerak seperti angin, tidak kelihatan mata, tetapi bisa dirasakan. Dalang dibalik semua itu bergerak bukan seperti tornado atau badai, tetapi tiupan sepoi-sepoi seperti kita sedang berada disawah, atau dipuncak gunung. Ia tertawa, namun tawanya tidak kelihatan. Ia bukan gaib, tetapi ia nyata kelihatan dan bisa kita sentuh.

Menjadi pahlawan itu harus total. Sebelum menjadi pahlawan, kita harus tahu berperang. Kita harus mengerti tak-tik, dan teman pahlawan adalah rakyat, bukan pejabat atau aparat penegak dan hukum. Rakyat jangan asal menerima, tetapi harus pintar menganalisis, menginvetisir situasi dan kondisi.

“Susno pahlawan kesiangan,” itu opini si Bapak. “Susno bukan penjahat,” itulah pendapat rakyat. Jika kita jeli dalam menerima informasi saat ini. Ada pembalikan fakta yang menyudutkan pahlawan. Dan teriaklah rakyat Indonesia, “Kami rindukan sosok pahlawan. Jangan mati sebelum Negeri aman. Berani bertindak dan tidak takut pada apapun,”….[Aku Anak Negeri] - (achmadreza)

Manusia Bukanlah Makhluk Istimewa

Filed Under (kontribusi blogger) by achmadreza on 09-05-2010

Tagged Under : , , ,

Manusia Bukanlah Makhluk Istimewa

Manusia itu hidup, tapi kehidupan itu mati karena iman yang lemah. Manusia itu makhluk tuhan, tetapi kita kadang lupa untuk apa kita diciptakan.

Semua agama mengajarkan kebaikan, walau ada agama yang mengajarkan keburukan, semua itu adalah ulah oknum kafir yang merusak iman manusia. Dan hanya manusia bodoh yang tidak berpikir dahulu sebelum mengambil tindakan.

Sungguh kita tidak ada apa-apanya dimata tuhan, walau kita termasuk makhluk yang mulia dan istimewa, diantara makhluk lain. Namun ada batasannya, dimana kita istimewa dan mulia.

Mungkin rekan-rekan pernah berpikir, kita adalah makhluk dengan derajat yang paling tinggi di dunia ini. Itu semua benar, tapi haruskah kita melupakan keberadaan tuhan, malaikat dan utusan-NYA?..

Kita selalu merasa kekurangan, tapi begitulah sifat manusia sesungguhnya. Kita tidak pernah berterima kasih semua pemberian nikmat hidup. Ia tidak merasa rugi jika kita lupa kepada-NYA. Ia juga tidak merasa untung jika kita menyembahnya. Jadi semua kembali kepada diri kita masing-masing.

Untuk apa kita hidup. Apa tujuan kita hidup. Dan apa yang harus kita lakukan dalam hidup? Hanya diri kita sendiri yang bisa menjawabnya. Hidup tanpa agama tidaklah terarah, tetapi yang lebih parah lagi. Kita punya agama, tetapi tidak mengenal tuhan..***(achmadreza)

Bagaimana Menjadi Jenderal Semut Hitam?..

Filed Under (Tips and Trik) by achmadreza on 05-03-2010

Jika melihat semut hitam, kita mungkin menyepelekan mereka, tetapi teman Blogger tahu tidak?, jika semut merupakan makhluk tuhan yang mempunyai sosialisasi tinggi. Mau bukti perhatikan saja gerak-gerik semut tersebut seharian, dijamin Anda akan bosan dan itu merupakan pekerjaan yang membosankan.

Ini merupakan insting dan pengamatan saya ketika memperhatikan gerak-gerik mereka ketika sedang bebaris, dan seperti membawa beban yang berat bersama-sama. Ini merupakan pengamatan saya selama 1 jam, karena lelah saya waktu itu tertidur, coba saja kalau tidak percaya. Capek banget friends.. Hihihi..

Selama 1 jam sebelum tertidur, saya memperhatikan semut-semut hitam itu bekerja, mereka membawa sisa permen yang manis. Pertama kali melihatnya, mereka seperti berkelahi saat membawa permen tersebut, saya sempat bingung dengan tingkah-laku mereka, tetapi setelah mencari tahu, ternyata mereka sedang bergotong royong membawa permen tersebut ke sarangnya.

Semua semut, terutama semut hitam, memiliki jiwa sosialisasi yang tinggi, mereka tidak pernah berkelahi antar sejenisnya, mereka lebih suka bergotong royong, seperti lebah madu yang menjaga ratunya selama 24 jam, tetapi semut hitam tidak mau menyerang manusia sebagaimana dengan semut merah.

Manusia yang mempunyai jiwa semut hitam susah sekali kita temui saat ini, karena manusia sekarang lebih mementingkan diri sendiri, tanpa memikirkan orang lain lagi. Padahal teman-teman BLOGger sudah tahu, jika manusia itu makhluk sosial, tetapi mengapa manusia sekarang lebih mementingkan diri sendiri?..

Ada faktor yang mengubah manusia itu;
1. Faktor Alam, karena kebutuhan manusia semakin besar, sehingga mereka lebih mementingkan keluarganya.
2. Faktor Lingkungan, dimana semua masyarakat di tempat tinggalnya memiliki jiwa yang tidak mempedulikan manusia lain, sehingga otomatis semua tertular ke diri yang bersangkutan.
3. Faktor Keluarga, karena keluarga memiliki jiwa yang tidak mau tau urusan orang lain sehingga sampai seseorang tersebut berumah tangga, ia akan mempunyai watak pelit alias kikir kepada siapapun termasuk pasangannya.

Ketiga faktor di atas bukanlah hal yang baru di kehidupan ini, tetapi hingga kini saya sendiri tidak mengetahui bagaimana caranya agar mereka tidak pelit kepada orang lain. Sehingga saya lebih menjauhi mereka, daripada berteman dengan orang-orang seperti itu. Karena rata-rata manusia yang mempunyai sifat seperti itu sulit untuk mengubahnya kembali. Mereka lebih suka dibayarin daripada mentraktir orang lain dalam bentuk apapun, sehingga saya memutuskan tidak mau berteman dengan mereka.

Satu lagi sifat dan kebiasaan yang sulit dihilangkan dalam diri manusia yaitu, sifat iri atau dengki kepada orang lain.

Apakah teman-teman ada ide, bagaimana caranya mengubah gaya hidup yang seperti itu?.. Mohon share para BLOGger..

ACHMAD REZA

Bersiap Menjadi Jenderal Semut Hitam

Filed Under (kontribusi blogger) by achmadreza on 26-02-2010

Jika melihat semut hitam, kita mungkin menyepelekan mereka, tetapi teman Blogger tahu tidak?, jika semut merupakan makhluk tuhan yang mempunyai sosialisasi tinggi. Mau bukti perhatikan saja gerak-gerik semut tersebut seharian, dijamin Anda akan bosan dan itu merupakan pekerjaan yang membosankan.

Ini merupakan insting dan pengamatan saya ketika memperhatikan gerak-gerik mereka ketika sedang bebaris, dan seperti membawa beban yang berat bersama-sama. Ini merupakan pengamatan saya selama 1 jam, karena lelah saya waktu itu tertidur, coba saja kalau tidak percaya. Capek banget friends.. Hihihi..

Selama 1 jam sebelum tertidur, saya memperhatikan semut-semut hitam itu bekerja, mereka membawa sisa permen yang manis. Pertama kali melihatnya, mereka seperti berkelahi saat membawa permen tersebut, saya sempat bingung dengan tingkah-laku mereka, tetapi setelah mencari tahu, ternyata mereka sedang bergotong royong membawa permen tersebut ke sarangnya.

Semua semut, terutama semut hitam, memiliki jiwa sosialisasi yang tinggi, mereka tidak pernah berkelahi antar sejenisnya, mereka lebih suka bergotong royong, seperti lebah madu yang menjaga ratunya selama 24 jam, tetapi semut hitam tidak mau menyerang manusia sebagaimana dengan semut merah.

Manusia yang mempunyai jiwa semut hitam susah sekali kita temui saat ini, karena manusia sekarang lebih mementingkan diri sendiri, tanpa memikirkan orang lain lagi. Padahal teman-teman BLOGger sudah tahu, jika manusia itu makhluk sosial, tetapi mengapa manusia sekarang lebih mementingkan diri sendiri?..

Ada faktor yang mengubah manusia itu;
1. Faktor Alam, karena kebutuhan manusia semakin besar, sehingga mereka lebih mementingkan keluarganya.
2. Faktor Lingkungan, dimana semua masyarakat di tempat tinggalnya memiliki jiwa yang tidak mempedulikan manusia lain, sehingga otomatis semua tertular ke diri yang bersangkutan.
3. Faktor Keluarga, karena keluarga memiliki jiwa yang tidak mau tau urusan orang lain sehingga sampai seseorang tersebut berumah tangga, ia akan mempunyai watak pelit alias kikir kepada siapapun termasuk pasangannya.

Ketiga faktor di atas bukanlah hal yang baru di kehidupan ini, tetapi hingga kini saya sendiri tidak mengetahui bagaimana caranya agar mereka tidak pelit kepada orang lain. Sehingga saya lebih menjauhi mereka, daripada berteman dengan orang-orang seperti itu. Karena rata-rata manusia yang mempunyai sifat seperti itu sulit untuk mengubahnya kembali. Mereka lebih suka dibayarin daripada mentraktir orang lain dalam bentuk apapun, sehingga saya memutuskan tidak mau berteman dengan mereka.

Apakah teman-teman ada ide, bagaimana caranya mengubah gaya hidup yang seperti itu?.. Mohon share para BLOGger..

Aku Masih Trauma Bisnis Melalui Internet

Filed Under (Internet) by achmadreza on 23-02-2010

Tips and Trik; Bisnis Aman Melalui Internet dan HP

Aku Masih Trauma Bisnis Melalui Internet
(Kenapa?.. Kenapa?.. Kenapa kamu tidak berani bisnis melalui internet?…)
itulah pertanyaan temanku yang harus aku jawab melalui BLOGdetik-ku ini. Karena aku pernah ditipu oleh seorang oknum, sebut saja SuJa (25 tahun), pria, jakarta, di sebuah iklan gratis yang ada di Intenet, dan ia mengaku bekerja disalah satu Bursa Saham terkenal sebagai pialang dan ahli dalam internet. Penjahat tersebut menawarkan sebuah produk E-book tentang menaikkan trafick kunjungan pada situs saya. Sehingga tanpa curiga saya menyetor sekitar Rp150 ribu ke rekening yang bersangkutan. Namun hingga saat ini tidak ada dikirimnya E-book tersebut ke email saya, bahkan nomor handphone-nya (HP) tidak dikatifkannya lagi.

Atas kejadian itu, saya bukan saja trauma, tetapi masih sakit hati dengan SuJa. Bukan masalah uang yang hanya Rp150 ribu, tetapi jika ada 100 orang bodoh seperti saya, sudah berapa penghasilan SuJa dalam menipu masyarakat Tanah Air tercinta ini (Maaf, koruptor tidak saya anggap masyarakat Indonesia, dia adalah penjajah hak masyarakat*** PENULIS).

Kebodohan saya, dan kurang ketelitian saya merupakan pelajaran yang harus saya syukuri, karena dari kejadian tersebut hingga saat ini, saya belum pernah melakukan transaksi dengan orang yang tidak saya kenal melalui HP ataupun iklan-iklan yang ada di internet. Karena 90 persen bisnis di internet merupakan bisnis yang diduga menipu dan pembodohan masyarakat Indonesia.

Namun masukan dari beberapa rekan-rekan saya yang ada didunia maya dan dunia nyata, saya sekarang mengerti bagaimana caranya berbisnis melalui internet, namun saya belum berani melakukannya, karena takutnya penipuan seperti itu berlanjut lagi dan menimpa saya.

Bisnis di INTERNET menurut saya merupakan suatu kemudahan, namun kemudahan itu malah disalah gunakan oleh beberapa oknum untuk mengambil keuntungan, sehingga para rekan-rekan yang benar-benar ingin melakukan bisnis di Internet jadi sasaran kesinisan beberapa orang yang mengatakan mereka penipu, seperti bisnis jual beli “Chip Zynga Poker Facebook” yang sedang hangat-hangatnya saat ini, beberapa teman-teman Facebook saya mengeluhkannya.

Tips and Trik bisnis di internet dengan aman, menurut saya ada beberapa faktor yang kita perhatikan;
1. Carilah teman bisnis Anda yang mempunyai situs resmi dan mencantumkan, nama, alamat dan nomor telepon kantor.
2. Carilah teman bisnis yang satu kota atau dekat dengan tempat tinggal Anda dengan Anda.
3. Jangan percaya dengan pemberian bonus berupa E-book atau lainnya.
4. Jangan layani situs yang hanya mencantumkan nomor HP-nya saja.
5. Mintalah informasi atau rekomendasi dari teman dekat Anda sebelum melakukan transaksi di Internet, mungkin teman Anda tahu yang menjual produk yang kita maksud.
6. Jangan gampang percaya kepada seseorang di Internet.
7. Lakukan investigasi terlebih dahulu melalui nomor telepon rumah yang bersangkutan, sebelum menyetor sejumlah uang.
8. Hati-hati dengan bisnis di Internet.
9. Tolong jangan beritahukan ARTIKEL saya kepada penipu yang melakukan penipuan melalui internet.
10. Semoga teman-teman BLOGger semua sukses. Amin..

By; Achmad Reza - Riau

Saatnya Anak Muda Indonesia Bangun Dari Tidur Panjang

Filed Under (Semangat) by achmadreza on 19-02-2010

Tagged Under :

Selama ini terlalu banyak memikirkan hal yang jauh dari cita-cita kita, seperti pacaran dan hal-hal negatif lainnya. Kita hanya memikirkan kesenangan, sehingga lupa akan kewajiban kita untuk belajar. Apalagi zaman semakin canggih, kemajuan internet dan barang elektronik, termasuk handphone (HP), semakin hari semakin murah harganya, sehingga semakin kita terlena akan iklan-iklan yang kadang membohongi publik.

Anak muda adalah harapan bangsa dan juga sebagai harapan keluarga, sebagai penerus bangsa Indonesia untuk maju mencapai cita-citanya. Tapi pernahkah kita berpikir akan jadi apa ke depannya?..

Sebelum kuliah aku juga belum pernah berpikir sampai kesana, aku berpikir kuliah bukan untuk cari kerja, tetapi menambah ilmu dan setelah tamat aku berusaha dengan membuka suatu usaha, namun modal menjadi kendala ketika kita akan membuka suatu usaha, sehingga aku terpaksa mencari modal dengan bekerja selama 3 tahun di sebuah bank swasta.

Gaji di bank itu kecil, jauh dari pendapat orang yang tidak tahu seluk-beluk bank, apalagi posisiku yang hanya ‘SALES OFFICER,’ tetapi karena aku rajin menabung, berdo’a, dan kerja sambilan menjadi agen HP bekas. Aku mendapatkan penghasilan yang lumayan saat itu.

Kerja sambilan juga penuh resiko ketika kita masih terikat kerja di sebuah perusahaan, makanya kita harus pintar-pintar kepada atasan. Tetapi karena kerjaku kebanyakan di lapangan, sehingga kerja sambilanku tidak diketahui Manajer, kadang pada malam aku tepaksa jalan, ketika ada teman yang akan menjual HP-nya.

Mengenai semangat, kita juga harus komit pada diri sendiri, tanamkan satu hal dalam diri kita, sebenarnya aku mau jadi apa?. Buat pertanyaan itu setiap hari hingga kita bisa berpikir, sebenarnya apa kemampuan atau keahlian yang kita miliki. Apa yang pernah kita buat dan kembangkanlah.

Keahlian dan ketrampilan merupakan modal utama kita untuk membuka usaha, misalnya kamu pinter ngomong, kenapa gak coba buat produk lalu pasarkan kepada teman, tetangga atau relasi-relasi yang pernah kita kenal atau bahkan masyarakat luas.

Mulai sekarang kita harus berpikir ke depan, jangan gantungkan harapan kepada orang tua kita terus walau mereka masih mampu dan kaya, tetapi belajar mandiri mulai saat ini. Bangkitkan semangatmu, bangunlah dari tidurmu, dan bergabunglah dengan orang-orang sukses yang punya kemauan dan punya cita-cita.***(Achmad Reza)